Ditilang Polisi??Minta Yang Biru

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Suatu hari si Otong mengendarai sepeda motornya sepulang makan bersama si Ina di sebuah Mall. Kala itu jam sudah menunjukkan pukul 4 sore. Karena saat itu merupakan jam pulang kantor, maka jalanan pun macet total. Kurang lebih satu jam kemudian sampailah mereka di rumah Ina dan Otong mampir hanya sekedar untuk meneguk segelas air putih dingin untuk melepas dahaga. Setelah itu Otong pun pamit pulang kepada orang tua Ina.

Diperjalanan pulang tidak ada hal yang aneh yang dirasakan oleh si Otong. Kemacetan-pun dilaluinya dengan gesit dengan skill mengendarai motornya yang sangat menawan, ia dulu pernah menjadi pembalap motor yang kebanggaan kampungnya semasa muda. Selang beberapa kilometer kemudian, sampailah ia di pertigaan Jalan Juanda. Polisi di Jalan Juanda ini terkenal sangat galak. Merasa tidak ada yang kurang dari motornya, si Otong-pun langsung saja tancap gas berbelok ke kiri. Tak disangkanya, suara peluit terdengar dari seorang polisi yang berada di depannya. Otong-pun diminta untuk menepikan motornya.

Polisi   : “Selamat sore Pak..”

Otong  : “Selamat sore, ada apa ya Pak??”

Polisi   : “Boleh lihat surat-suratnya Pak??”

Otong  : “Oh ini,,silakan Pak..”

Karena merasa memiliki surat-surat yang lengkap, Otong langsung saja memberikan sim dan stnk motornya. Lalu polisi itu mengajaknya ke sebuah warung yang berada di pertigaan Jalan Juanda.

Polisi   : “Bapak mau damai aja apa mau ke pengadilan Pak??”

Otong  : “Lho lho,,ada apa ini Pak??”

Polisi   : “Gimana ini Pak??Kalo ke pengadilan bakal ribet ngurusnya..”

Otong  : “Maksudnya apa ya,,salah saya apa Pak??”

Polisi   : “Bapak gag tau salah Bapak apa??tadi itu Bapak belok tidak menyalakan lampu sign..”

Otong  : “Lha kan tadi yang belok ke sini cuma saya Pak,,lagian posisi saya juga sudah di kiri tadi..”

Polisi   : “Tetep saja Bapak salah,,jadi Bapak mau damai apa diurus ke pengadilan ini??”

…….

Percakapan pun terus berlanjut antara si Otong dengan polisi tersebut. Hingga tak ditemukan kata sepakat antara berapa jumlah uang damai yang diminta oleh polisi dengan yang hendak diberikan oleh si Otong. Akhirnya si Otong meminta tidak usah damai, ia meminta untuk membayar saja di bank. Namun polisi tersebut mengeluarkan slip berwarna merah. Karena melihat hal itu, Otong pun protes dan meminta slip yang berwarna biru.

Permintaan Otong tak langsung dipenuhi, polisi tersebut terlebih dahulu memanggil temannya dan setelah beberapa saat barulah diberikannya slip berwarna biru itu.

Menurut Direktur Lalu Lintas Mabes Polri, Kombes Pol Yudi Sushariyanto, tindakan langsung terhadap pelanggaran lalu lintas, lazim disebut tilang, adalah salah satu bentuk penindakan pelanggaran lalu lintas yang dilakukan Polri. Penyelesaian atas pelanggaran itu berada dalam sistem peradilan pidana (criminal justice systemyang melibatkan kejaksaan dan pengadilan. Mengacu pada Pasal 211 KUHAP dan Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 1993, terdapat 28 jenis pelanggaran yang dapat dikenakan tilang.

Yudi menjelaskan, sistem tilang yang berlaku saat ini memberi tiga opsi bagi pelanggar. Seseorang bisa minta disidang di pengadilan, mau bayar ke Bank Rakyat Indonesia, atau pilihan lain dititipkan kepada kuasa untuk sidang. Kuasa untuk sidang itu tidak lain adalah polisi. Pilihan-pilihan ini sudah berlangsung sama, sesuai Surat Keputusan Kepala Kapolri No.Pol: SKEP/443/IV/1998, tanggal 17 April 1998 (SK 1998).

Dijelaskan Yudi, ketiga opsi ini dibuat dengan tujuan untuk memudahkan pengendara menyelesaikan pelanggaran yang dia lakukan. Tinggal pilih opsi yang mana, sehingga proses penindakan tidak sampai terlalu mengganggu aktivitas pelanggar. Kalau punya waktu ke pengadilan, ya monggo. Mau bayar lewat bank, silahkan.

Gambaran lebih teknis dipaparkan oleh Loekito. Kepala Divisi Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu lintas Polri ini menjelaskan Indonesia tidak menggunakan sistem tiket seperti di luar negeri secara murni. Tapi dipakai sistem penggabungan (hybrid-red) sesuai hukum acara Indonesia. Memang masyarakat diberi alternatif, “Kalau orang dikasih lembar biru, dia bisa titip uang sesuai tabel, atau bisa langsung ke BRI (Bank Rakyat Indonesia, red) di mana saja atau ke kantor pos” ujarnya.

Sumber : http://www.hukumonline.com/detail.asp?id=17344&cl=Berita

Karena Otong sudah mengetahui tentang adanya slip berwarna biru dan merah yang memiliki perbedaan masing-masing, Otong pun meminta yang berwarna biru dimana ia bisa membayar denda melalui bank ataupun kantor pos dan meminta kembali surat-surat motornya di kantor polisi yang ditunjuk.

Tapi menggunakan slip biru ini juga ada prosedurnya, Otong sudah mengerti akan prosedur yang ada. Otong segera datang ke kantor polisi dulu untuk meminta cap. Di sana, petugas Ditlantas menunjuk BRI tempat membayar denda tilang, dan Otong keesokan harinya segera cepat-cepat membayar denda di tempat yang ditentukan. Lalu setelah itu ia pun kembali ke kantor polisi untuk mengambil surat-surat motornya.

Ringkasan tentang apa yang harus dilakukan  jika kena tangkap polisi:

  1. minta slip biru
  2. minta cap slip biru ke kantor polisi
  3. bayar ke BRI
  4. ambil lagi SIM/STNK yang ditahan di kantor polisi
  5. jangan kasih uang pada polisi, mereka sudah digaji kok..

Surat Tilang Biru..

11 responses to this post.

  1. Posted by mhadiq on July 24, 2009 at 1:11 pm

    hmm…
    berguna buat rider berkelas macam saya😀
    LOL

    Reply

  2. Posted by Bakuryu on July 24, 2009 at 1:40 pm

    waahhaahhaaha, sip2 sat, tp drpada gw g ngerti ntar makin d bikin ribet sm pak pol kan…………

    d kira songong gw ntr malah d ribetin dah, SIM aje g punya……….

    mendingan damai aja, dgn cara berkata : “pak saya mau k brimob ini, sudah d tunggu komandan Seno mau ada latihan renang” hhe……….lebih aman cepat ringkas dan terjamin……….

    Reply

  3. Posted by Adhityo Haryadi on July 24, 2009 at 11:55 pm

    ooohhh gitu toh!

    Reply

  4. makasih idenya.salam kenal

    Reply

  5. Posted by Satrio on July 26, 2009 at 10:49 am

    @hadiq : sama diq,,bwt gw juga berguna bwgt..
    @yudha : jeuh..tapi yud Pak Seno kan dah bukan kpala brimob depok lg,,dia bukannya udah pindah kan ya??
    @Adhit : iya katanya sih gitu dit,,kapan nih maen bulu tangkis lagi??hho..
    @tutuko : sama-sama mas,,salam kenal juga..sering-sering mampir yah..:)

    Reply

  6. I think I know who the real Otong is and who Ina is in this story…. =)

    Reply

  7. Posted by Kharismawan on July 26, 2009 at 1:11 pm

    Aaah, ternyata repot juga ya kalau ketangkep polisi. Daripada ketangkep trus minta slip biru lebih baik sih kitanya aja yang disiplin n tau diri… Lebih bagus lagi kalau ngelanggar ngga kegep. Hehehe

    Reply

  8. Posted by ayuningtiyas on July 27, 2009 at 12:58 pm

    k tijo= hihi, bener banget tuh kak,,, yg mesti ditanyakan ,, who is otong and who is Ina ,,? haha

    satrio= thanks buat tulisannya, tapi gw blom bisa naik motor sat ,, huhu =( =(

    Reply

  9. Posted by Richard.. on July 27, 2009 at 1:21 pm

    ajakin polisinya 1 by 1..
    yang kalah kena tilang..
    wkwkwkwkwk

    Reply

  10. Posted by Satrio on July 28, 2009 at 4:03 pm

    @ ka tijo : weleh2,,who are they??
    @ ayu : jeuh dia ikut2an ka tijo lagi..
    @ bagus : namanya orang lagi nyari makan mah ada aja gus caranya..xp
    @ bewok : jangan ngomong doank wok,,BUKTIKAN..!!!hho..

    Reply

  11. yang kena tilang…????? kacian deh loohh…!!!

    btw salam kenal bro..!! thx dah mampir ke blog ku😀

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: